Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

ojek payung

Akhirnya listrik di rumak kembali menyala, setelah hujan deras dang angin kencang gledek / petir menyambar dengan riangnya, angin topan (*yang ini lebay) dari tadi membuat PLN daerah sekitar rumah bermasalah, maka rumahku jadilah rumah gelap gulita. udah listrik rumah padam, hp habis batrenya dan g ada pulsa lagi, lengkaplah penderitaan ku...
*kok curhat jadinya?

Nag di saat gag ngapa - ngapain itu, saya mlongo duduk di teras melihat keadaan hujan kayak orang kurang kerjaan, sepi banget kendaraan yang lewat, padahal biasanya rame, rumah saya di dekat terminal yang setiap hari berlalu lalang kendaraan bermotor dan bis. Di tengah kesepian keadaan itu, gag sengaja melihat anak kecil, mungkin 6-8 taun, hujan hujanan. Jadi kangen jadi anak kecil yang masih mau hujan hujanan deh. Tapi anak itu kok bawa payung yah? kenapa ngak di pakai?

setelah saya amati lama banget, ternyata anak tersebut menawarkan payungnya ke orang lain yang berteduh. Oh ojek payung toh. Sekilah hal ini biasa saja, tetapi kalau dipikirkan dalam - dalam, ada sesuatu yang mungkin bisa berbagi pikiran dengan teman teman pembaca.
nih yang ngojek payung..

mawar untuk ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu -sedu. pria kecil itu menanyainya mengapa ia menangis dan dijawab oleh gadis kecil itu.

"Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja sedangkan harga mawar itu seribu"

Pria itu tersenyum dan berkata " Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kamu mau." kemudian ia membelikan gadis itu setangkai bunga mawar merah dan memesankan karangan bunga yang akan dipaketkan dan dikirimkan untuk ibunya.